Untuk Kamu yang Selalu Ditelepon Saat Ada yang Butuh Uang
Kamu mendengar kabar baik keluarga lewat foto liburan di grup WhatsApp. Tapi kabar soal kebutuhan, biasanya datang langsung lewat pesan pribadi, ditujukan padamu. Kalau notifikasi transfer dari keluarga selalu bikin dadamu sedikit berat sebelum sempat dibuka, buku ini ditulis untukmu.
Bukan ATM, Aku Anakmu adalah buku reflektif tentang peran "anak ATM keluarga", anak yang jadi sandaran finansial utama, sering tanpa pernah benar-benar memilihnya. Bukan untuk membuatmu berhenti peduli pada keluarga, tapi untuk membantumu menemukan kembali ruang bagi masa depan finansialmu sendiri.
Buku Ini Cocok untukmu, Kalau...
- Kamu selalu jadi orang pertama yang dihubungi saat keluarga butuh uang
- Tabunganmu nggak pernah bertambah meski penghasilan naik
- Kamu merasa bersalah setiap kali menabung atau membeli sesuatu untuk dirimu sendiri
- Kamu ingin mulai menetapkan batas finansial, tapi nggak tahu harus mulai dari mana
Apa yang Akan Kamu Temukan di Dalamnya
- Akar dari peran "anak ATM", dari pola asuh sampai trauma antargenerasi soal uang
- Tanda-tanda kelelahan finansial yang sering disalahartikan sebagai "kurang bersyukur"
- Cara mendefinisikan ulang arti "berbakti", dengan batas sebagai bagian darinya
- Langkah-langkah konkret untuk mulai bilang tidak, sedikit demi sedikit
- Jeda Refleksi di setiap bab, untuk membantumu berhenti sejenak dan benar-benar memprosesnya
Detail Buku
- 9 bab + pembuka dan penutup, ditulis dalam Bahasa Indonesia
- Format PDF, dioptimalkan untuk dibaca langsung di layar HP
- Termasuk daftar pustaka dari sumber-sumber psikologi keluarga dan keuangan yang kredibel
Kamu sudah cukup banyak memberi. Buku ini adalah langkah kecil untuk mulai menabung, untuk dirimu sendiri.