Aku Capek Jadi Orang Baik
Sebuah Pengakuan untuk Kamu yang Lelah Menyenangkan Semua Orang Edisi Pertama, 2026
Pernah merasa capek karena terus-menerus menyenangkan orang lain, tapi susah jelasin kenapa? Selalu bilang "iya" meski di dalam hati keberatan, dan setelahnya menyimpan rasa bersalah yang nggak pernah benar-benar selesai?
Aku Capek Jadi Orang Baik ditulis seperti surat dari teman yang mengerti, bukan ceramah yang menghakimi. Buku ini nggak menyuruhmu berhenti jadi baik, tapi mengajakmu melihat lagi: apakah kebaikan yang kamu berikan selama ini masih menyehatkanmu, atau pelan-pelan justru menguras dirimu sendiri.
Apa yang Akan Kamu Dapatkan
- Pembuka berupa surat untuk kamu yang selalu bilang "iya"
- 7 bab reflektif tentang people-pleasing, rasa takut mengecewakan, batas diri, dan hubungan yang terasa berat sebelah
- Sesi "Jeda Refleksi" di akhir setiap bab untuk merenung dan mengenali pola dirimu sendiri
- Latihan-latihan praktis untuk mulai belajar mengatakan "tidak" tanpa rasa bersalah berlebihan
- Surat penutup yang mengingatkan bahwa memilih dirimu sendiri bukan tindakan egois
Daftar Isi
- Jadi Orang Baik, Tapi Buat Siapa?
- Takut Mengecewakan, Lupa Bahagiakan Diri
- Senyum yang Menyimpan Kelelahan
- Kapan Terakhir Kali Kamu Bilang "Tidak"?
- Baik Bukan Berarti Selalu Mengiyakan
- Orang yang Menganggap Kebaikanmu Sebagai Hak
- Belajar Baik pada Diri Sendiri Lebih Dulu
Cocok Untuk
Kamu yang sering jadi tempat curhat tapi jarang curhat balik, susah bilang "tidak" meski sudah kepayahan, atau merasa kebaikanmu dianggap sebagai hal yang biasa oleh orang-orang di sekitarmu. Cocok juga dibaca pelan-pelan sebagai teman jurnal harian.
Format & Detail File
- Format: PDF
- Bahasa: Indonesia
- Desain: cover minimalis dengan tata letak nyaman dibaca di HP maupun laptop
- Akses: download instan setelah pembelian
Belum Yakin?
Coba dulu versi pratinjau gratis yang berisi Pembuka dan Bab 1 secara lengkap, dengan desain yang sama persis seperti versi penuh.