Pernah nggak, tiba-tiba kamu mendengar sebuah lagu, mencium aroma tertentu, atau melewati satu tempat, dan tanpa diduga, semuanya kembali. Rasa sesak di dada itu datang lagi, padahal kamu pikir kamu "sudah baikan".
Lalu muncul pertanyaan yang sering bikin makin sedih: "Kok aku masih kayak gini sih? Bukannya udah lama ya?"
Kalau kamu pernah merasakan ini, entah karena kehilangan orang yang kamu sayangi, putus dari hubungan yang berarti, kehilangan pekerjaan, atau bahkan kehilangan versi dirimu yang dulu sebelum semuanya berubah, ada satu hal yang ingin kami sampaikan lebih dulu.
Kesedihanmu itu valid. Dan tidak ada jadwal yang "benar" untuk sembuh.
Kita Sering Diajarkan Cara yang Salah untuk Berduka
Sejak kecil, banyak dari kita mendengar kalimat-kalimat seperti "yang sabar ya", "ikhlas aja", atau "udah, jangan lama-lama sedihnya". Kalimat-kalimat ini biasanya datang dari orang yang sayang sama kita, tapi sering justru membuat proses berduka makin berat.
Karena pada akhirnya, kita mulai percaya bahwa sedih itu punya batas waktu. Bahwa kalau sudah lewat waktu tertentu dan masih sedih, berarti ada yang salah dengan kita.
Padahal, faktanya tidak begitu.
Sembuh Bukan Berarti Lupa
Buku "Sembuh Bukan Berarti Lupa" ditulis untuk siapa pun yang sedang membawa kehilangan, dalam bentuk apa pun, dan merasa lelah dengan tekanan untuk "cepat move on".
Buku ini tidak akan menyuruhmu untuk segera ikhlas, segera kuat, atau segera melanjutkan hidup seperti biasa. Buku ini akan menemanimu, pelan-pelan, untuk memahami:
- Mengapa kehilangan, sebesar atau sekecil apa pun bentuknya, itu nyata dan layak untuk disedihkan
- Mitos-mitos tentang "move on" yang justru membuat proses berdukamu lebih berat
- Mengapa berduka itu seperti ombak, datang dan pergi, bukan tangga yang harus dinaiki satu per satu
- Cara menghadapi kenangan yang muncul tiba-tiba, tanpa merasa "mundur" lagi ke titik awal
- Bagaimana membawa kenangan tentang apa yang hilang, sambil tetap melangkah ke depan
Baca Pembuka dan Bab 1 Secara Gratis
Kami menyiapkan versi pratinjau gratis dari buku ini, berisi Pembuka dan Bab 1 secara lengkap, dengan format yang nyaman dibaca dari HP, plus latihan refleksi di setiap bagian.
Tidak perlu komitmen apa pun. Coba baca beberapa halaman, dan rasakan apakah buku ini terasa seperti teman duduk yang kamu butuhkan saat ini.
Download pratinjau gratis "Sembuh Bukan Berarti Lupa" sekarang, dan mulai langkah pertama untuk berdamai dengan kehilanganmu, secepat atau selambat apa pun kamu siap.