Pernah nggak, kamu lagi scroll medsos jam 11 malam, badan capek banget, tapi otak masih nyala terus? Atau bangun pagi dengan perasaan kayak baru abis lari maraton, padahal semalam udah tidur 7 jam?
Kalau iya, kemungkinan besar kamu nggak sendirian. Dan kemungkinan besar juga, masalahnya bukan karena kamu "kurang kuat" atau "kurang bersyukur".
Buku yang Ditulis Seperti Surat dari Teman, Bukan Ceramah
Banyak buku self-help yang isinya nyuruh kita "harus lebih produktif", "harus bangun jam 5 pagi", atau "harus selalu positif". Tapi Bukan Lemah, Kamu Hanya Perlu Istirahat mengambil jalan yang beda. Buku ini dibuka dengan kalimat sederhana yang langsung kena:
Kamu tidak sedang gila. Kamu tidak sedang lebay. Kamu hanya sedang lelah, dan kelelahan itu nyata.
Nggak ada nasihat "orang lain lebih susah dari kamu". Nggak ada tuntutan buat langsung berubah jadi versi "lebih baik" dalam semalam. Buku ini lebih kayak teman duduk yang nemenin kamu pelan-pelan, satu bab satu bab, sampai kamu bisa narik napas lebih panjang dari biasanya.
Apa yang Akan Kamu Temukan di Dalamnya?
Buku ini terdiri dari 7 bab plus pembuka dan penutup, masing-masing membahas sisi kelelahan yang sering kita alami tapi jarang kita sadari:
Bab 1 mengajak kita berhenti sejenak dan menyadari bahwa dunia memang tidak akan berhenti untuk kita, tapi itu bukan berarti kita nggak boleh berhenti sebentar.
Bab 2 mengubah cara kita melihat "rasa malas" yang sering muncul belakangan ini. Ternyata, banyak tanda yang kita anggap kemalasan sebenarnya adalah sinyal tubuh yang sedang kelelahan dan mencoba melindungi diri.
Bab 3 sampai 7 membahas hal-hal yang lebih dalam, dari kenapa kita susah berhenti meski udah capek, cara membangun batas yang sehat tanpa merasa bersalah, sampai mengenali hubungan-hubungan yang diam-diam menguras energi kita.
Pratinjau Gratis, Tanpa Komitmen
Kabar baiknya, kamu nggak perlu langsung beli buku ini buat tahu apakah cocok buat kamu. Tersedia versi pratinjau gratis yang berisi Pembuka dan Bab 1 secara lengkap, dengan desain yang sama persis seperti versi penuhnya, termasuk sesi "Jeda Refleksi" di setiap akhir bab yang bisa kamu kerjakan sendiri.
Kalau setelah baca pratinjau ini kamu merasa "ini gue banget", versi lengkapnya menanti dengan 6 bab tambahan plus surat penutup yang dirancang untuk menemani perjalanan istirahatmu lebih jauh.
Buat Siapa Buku Ini?
Buat kamu yang akhir-akhir ini merasa lelah tanpa sebab jelas. Buat kamu yang susah bilang "tidak" meski udah kepayahan. Buat kamu yang diam-diam merasa harus selalu terlihat baik-baik saja di depan orang lain.
Kalau salah satunya terasa familiar, mungkin ini saatnya kasih diri kamu izin buat istirahat, dimulai dari membaca beberapa halaman pertama.